Postingan

Mukhtalaf

Coba bayangkan: suatu ketika kalian ditanya orang tentang hukum kloning, transfusi darah, atau cangkok jantung? Apa jawaban kalian? Kalau kalian mencari jawabannya dalam Al-Qur’an atau hadis, sampai kapan pun kalian tidak akan menemukan hukumnya. Sebab, ini yang perlu kalian ketahui, peristiwa kloning, transfusi darah, dan sejenisnya belum ada pada masa Rasulullah. Lalu, apa solusinya? Apakah ini berarti kloning dan sejenisnya itu ti­dak ada hukumnya? Tentu saja tidak begitu. Ingat, sumber hukum Islam tidak hanya Al-Qur’an dan hadis saja. Setelah Al-Qur’an dan hadis, masih ada ra’yu sebagai sumber hukum. Penggunaan akal untuk menanggapi kasus-kasus baru itulah yang dinamakan ijtihad. Mengapa ijtihad diperbolehkan dan dalam keadaan tertentu bah­kan diwajibkan? Keberadaan ijtihad dalam Islam merupakan salah satu metode untuk merespons persoalan-persoalan baru yang berkembang wiring perkembangan zaman. Bukankah dalam kehidupan kalian seka­rang ini banyak persoalan baru yang tidak ada huku…